Breaking

logo

June 23, 2020

4 Fakta Ayah Bunuh 2 Anak Tiri di Medan, Dipicu Sakit Hati karena Disebut Pelit

4 Fakta Ayah Bunuh 2 Anak Tiri di Medan, Dipicu Sakit Hati karena Disebut Pelit

NUSAWARTA - Baru-baru ini masyarakat Medan dihebohkan dengan penemuan dua mayat bocah di area dekat sekolah di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Ahad (21/6/2020) pagi. Kedua bocah tersebut tewas diduga karena dibunuh ayah tirinya.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko menyebut kedua bocah tersebut diduga dibunuh ayah tirinya yang bernama Rahmadsyah (30). Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku di daerah Deli Tua.

Berikut empat fakta kasus pembunuhan sadis dua anak di Medan oleh ayah tirinya:

1. Dipicu Kesal Ucapan ‘Pelit-Minta Ibu Cari Ayah Baru’

Polisi telah menetapkan Rahmadsyah yang diduga membunuh dua orang anak tirinya sebagai tersangka. Dia diduga membunuh dua anaknya itu karena sakit hati.

 “Motif daripada tersangka, dari keterangan awal tersangka yang bersangkutan menyampaikan karena yang bersangkutan sakit hati,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, di Medan, Senin (22/6).

Riko mengatakan kedua anaknya sempat meminta dibelikan es. Namun, Rahmadsyah mengaku tak punya uang.

“Kemudian si anak-anak ini mengatakan bahwa ayahnya pelit dan akan meminta ibunya untuk mencari ayah yang baru. Motifnya sakit hati, dendam,” ujarnya.

Riko menyebut Rahmadsyah mengaku membunuh dua anaknya itu pada Jumat (19/6) malam. Mayat korban kemudian ditemukan pada Minggu (21/6) di dekat salah satu sekolah di Jalan Brigjen Katamso, Medan.

2. Benturkan Kepala-Injak Dada Anak 

Peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada Jumat (19/6) malam. Kedua bocah itu awalnya sedang menonton TV bersama Rahmadsyah.

“Sekitar pukul 20.00 WIB. Ananda ini, anak-anak ini, pulang ke rumah. Kemudian nonton TV sama bapak tirinya itu. Kemudian, anak ini minta ke bapaknya untuk membelikan es. Tapi bapaknya bilang tidak punya uang,” ujar Riko.

Kedua anak tersebut kemudian mengatakan Rahmadsyah pelit dan bakal meminta ibu mereka mencari ayah baru. Rahmadsyah diduga kesal atas ucapan kedua bocah yang masing-masing berusia 10 dan 5 tahun itu.

Rahmadsyah kemudian diduga membenturkan kepala anak yang satu dengan yang lainnya. Anak-anak tersebut kemudian terjatuh. Selanjutnya, Rahmadsyah diduga membenturkan kepala kedua anaknya ke dinding dan lantai berkali-kali. Tak berhenti di situ, dia menginjak dada dan perut kedua anak tirinya itu hingga tewas.

“Setelah diinjak sama dia, kemudian dia cek nadinya sudah tidak ada dan napas dari hidungnya sudah tidak keluar napas, lalu yang bersangkutan membuang jenazah ini ke samping sekolah ini lewat lorong sebelah rumahnya,” jelas Riko.

3. Chat Istri Lewat FB soal Lokasi Mayat Anak 

Rahmadsyah disebut sempat memberi kabar soal posisi mayat kedua korban ke istrinya lewat Facebook. Hal tersebut dilakukan Rahmadsyah setelah istrinya menanyakan di mana kedua anak mereka.

“Hari Minggu pagi, yang bersangkutan mengirimkan chat pada akun FB bersangkutan kepada istrinya. Dia mengatakan telah membunuh anaknya dan membuang ke sebelah sekolah tersebut,” ucap Riko.

4. Sempat Kabur Usai Bunuh Anak Tiri

Rahmadsyah kabur setelah peristiwa pembunuhan itu. Polisi kemudian membentuk tim khusus untuk memburu Rahmadsyah yang akhirnya ditangkap di daerah Deli Tua.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengatakan Rahmadsyah diamankan setelah pihaknya mendapat informasi soal keberadaan ayah tiri sadis tersebut.

“Itu komunikasi yang bersangkutan sama istrinya. Istrinya mengharapkan bahwa yang bersangkutan menyerahkan diri. Komunikasi lewat FB. Yang bersangkutan tidak punya HP, lewat warnet,” ucap Riko.

Polisi juga telah memeriksa lima orang saksi terkait kasus ini. Polisi juga telah melakukan prarekonstruksi kasus pembunuhan ini. [islmps]