Breaking

logo

June 30, 2020

Akan Diperiksa Polisi Terkait Nyanyi di Acara Khitan, Rhoma Irama: Saya Rasa Tidak Fair

Akan Diperiksa Polisi Terkait Nyanyi di Acara Khitan, Rhoma Irama: Saya Rasa Tidak Fair

NUSAWARTA - Rhoma Irama bakal diperiksa polisi terkait tampil dalam dalam acara khitanan di Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal ini telah dikonfirmasi Bupati Bogor Ade Yasi.

Rhoma Irama maupun warga Bogor yang mengundangnya akan diproses hukum karena sudah melanggar Peraturan Bupati Nomor 35/2020.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bogor sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional.

Namun, hal ini lantas membuat Rhoma Irama merasa kecewa. Ia merasa hal ini tidak adil baginya.

Pria yang mendapat julukan Raja Dangdut itu kemudian menjelaskan alasan dirinya tampil di acara khinatan tersebut.

Rhoma menjelaskan bahwa dirinya datang sebagai tamu undangan seorang diri, tanpa membawa Grup Soneta.

Namun tiba-tiba, dia diminta penyelenggara acara khitanan untuk tampil dan menyanyikan beberapa lagu.

Rhoma Irama bernyanyi tiga lagu dan tanpa didampingi oleh band Soneta yang memang telah membatalkan diri untuk tampil pada acara khitanan tersebut.

"Sebetulnya begini, saya datang itu atas undangan dari Pak Surya. Karena dengan catatan tidak akan menyelenggarakan penampilan Soneta Group. Saya datanglah dengan sendirian, dengan pakai baju sederhana aja, nggak pakai jas atau batik," kata Rhoma Irama di Instagram, dikutip pada Selasa (30/6).

"Karena undangan Pak Surya ini ya kumpul-kumpul aja. Bahkan malam minggunya ada wayang golek sampai pagi," imbuhnya.

Rhoma melanjutkan, lokasi acara terlihat ramai dengan tamu undangan dan masyarakat setempat. Selain itu, ada pula panggung musik dan penyanyi terkenal dari Jakarta, yakni Rita Sugiarto hingga Caca Handika.

Rhoma Irama sendiri merasa tersudut. Ia merasa telah diperlakukan tidak adil karena seluruh kesalahan dilimpahkan padanya. Jika memang melanggar, seharusnya bukan hanya dirinya saja yang mendapat sanksi.

Rhoma merasa harusnya acara tersebut tidak boleh digelar sejak awal jika memang melanggar aturan.

"Jadi tiba-tiba ada berita saya mau diproses hukum ini buat saya aneh aja. Seandainya mau diproses hukum tentunya kan Ibu Bupati yang punya wilayah, begitu berdirinya panggung itu sejak Sabtu, mestinya dilarang. Bahkan malamnya ada wayang golek, mestinya dilarang. Paginya ada penampilan musik, mestinya dilarang," ujar ayah Ridho Rhoma itu.

"Saya datang sore hari, tapi tiba-tiba kenapa saya yang jadi sasaran. Saya yang mempertanggung jawabkan ini. Ini saya rasa nggak fair ya. Saya harap juga Bupati bercanda saja. Sebab kalau memang serius, yang bertanggung jawab adalah yang menyelenggarakan pergelaran. Yang mengadakan acara itu," tutup Rhoma Irama.

Sebelumnya, Rhoma Irama dan Soneta dijadwalkan tampil menghibur masyarakat di Kabupaten Bogor. Namun rencana konser itu tidak dapat izin pemerintah setempat karena dikhawatirkan soal penyebaran virus corona. [akrt]