Breaking

logo

June 30, 2020

Gerak Cepat, Begini Progres Polisi Tangani Kasus Pembakaran Bendera PDIP

Gerak Cepat, Begini Progres Polisi Tangani Kasus Pembakaran Bendera PDIP

NUSAWARTA - Polda Metro Jaya telah memeriksa saksi ahli terkait kasus pembakaran bendera PDIP dalam aksi penolakan RUU HIP di depan DPR RI beberapa hari lalu. Namun, kepolisian tidak menyebutkan identitas dua saksi ahli yang telah diperiksa tersebut.

“Saat ini sudah dua saksi ahli kita lakukan pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).

Yusri juga belum membeberkan progres penyelidikan kasus tersebut. Hanya saja, kata dia, pemeriksaan saksi ahli dan beberapa saksi lainnya merupakan pemeriksaan klarifikasi.

“Ini kan baru masuk LPnya tanggal 26 kemarin, ini masih kita klarifikasi. Kita juga telah memeriksa tiga orang lainnya dari pihak pelapor,” ucap Yusri.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penyidik telah memeriksa 5 saksi terkait kasus pembakaran bendera PDIP.

Namun Argo tak membeberkan identitas para saksi yang dimintai keterangannya.

“Yang diperiksa (saksi) lebih dari lima orang,” kata Argo di Kalibata.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) telah resmi melaporkan aksi pembakaran bendera partainya di tengah-tengah aksi Persaudaraan Alumni (PA) 212 di depan gedung DPR RI, Jakarta beberapa waktu lalu. Laporan polisi itu pun juga sudah diterima oleh Polda Metro Jaya.

Laporan polisi itu tertuang pada nomor LP/3.656/6/VI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ dengan pelapor atas nama Ronny Berty Talapessy. Terlapor dalam hal ini tertulis masih dalam lidik.

Untuk Pasal yang dipersangkakan dalam laporan itu yaitu Pasal 160, 170, 156 KUHP. Laporan itu dibuat oleh DPD PDIP DKI Jakarta beserta tim kuasa hukumnya.

“Kami telah resmi melaporkan terkait dengan perusakan bendera partai PDI Perjuangan. Pasal yang kami laporkan adalah Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 156 KUHP terkait tindak pidana kekerasan, perusakan terhadap barang berupa pembakaran bendera PDI Perjuangan dan atau penghasutan untuk menyatakan pernyataan permusuhan kebencian atau penghinaan terhadap golongan partai politik PDI Perjuangan,” ujar Wakil Ketua Bidang Polhukam DPD PDIP DKI Jakarta Ronny Talapessy, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/6). [pjst]