Breaking

logo

June 25, 2020

Ini Dia Sosok Pria yang Dibacok Berkali-kali oleh Anak Buah John Kei Tapi Masih Hidup

Ini Dia Sosok Pria yang Dibacok Berkali-kali oleh Anak Buah John Kei Tapi Masih Hidup

NUSAWARTA - Angky (38 tahun) jadi korban yang selamat walau sempat kena bacok berkali-kali oleh anak buah John Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu 21 Juni 2020. Rekannya yang membawa motor justru tewas.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan pihak Polda Metro Jaya di Kosambi, Angky turut dihadirkan. Ia mengisahkan detik-detik mereka yang sedang berkendara dan hendak ke kediaman Nus Kei di Cipondoh Tangerang, diadang dan dibacok oleh sekelompok orang.

Angky mengaku para pelaku sudah siap menunggu mereka melintas. Begitu melihat motor yang ditumpanginya dengan korban melintas, para pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis golok, dan tanpa basa-basi, langsung melakukan penyerangan.

 “Di samping kanan sebelah sini ada satu orang yang berbaju merah, di belakang ada satu, tapi yang jelas baju merah dia cabut golok dari sebelah kanan dan langsung menyerang," ujar Angky menceritakan, Rabu 24 Juni 2020.

Keduanya sebenarnya hendak menuju kediaman Nus Kei, tapi dicegat dan langsung diserang. Angky mengaku, ada tiga orang yang menyerang dia dan korban. Para pelaku dia kenali karena juga menjadi kerabat.

“Yang saya tahu di sini dua orang, di depan sana satu orang. Kalau saya lihat itu saya kenal, tapi mereka menyangkal itu bukan mereka," ujarnya. 

Akibat serangan tersebut, Angky mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Seperti di kepala, punggung, dan dua jari tangan kirinya hilang akibat berusaha menangkis serangan golok menggunakan tangan kosong.

Saat penyerangan terjadi, hanya tangkisan yang bisa ia lakukan. Hingga akhirnya dia terjatuh. Para pelaku tetap melakukan penyerangan, walau dia sudah tidak berdiri lagi.

"Ya saya lihat mereka serang dari depan saya gini, saya kena bacok di tangan dua kali, di kepala sekali. Di sini satu kali pas saya sudah jatuh baru mereka potong,” ujarnya.

Angky kemudian berhasil kabur ke pemukiman padat penduduk yang ada di dekat lokasi. Sementara itu, korban yang tidak bisa melarikan diri, menjadi sasaran bacok para pelaku di pinggir jalan hingga menghembuskan napas terakhirnya.

Angky berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di rumah warga. Usai situasi terlihat aman, ia berusaha menghubungi reka-rekannya dengan ponsel agar bisa dijemput. Angky tidak mengetahui apakah penyerangan terhadap dirinya dan juga rekannya yang tewas adalah pelaku yang sama. Dirinya hanya pasrah dan menyerahkan proses penyelidikan ke polisi.

"15 sampai 20 menit lah saya masih lari mutar ke belakang, mutar baru telepon. Penyerangan di sini baru di Green Lake saya belum tahu orang sama atau tidak,” katanya. [wrte]