Breaking

logo

June 23, 2020

Kemenkeu Berencana Gabungkan Subsidi Listrik dan LPG dengan Bansos

Kemenkeu Berencana Gabungkan Subsidi Listrik dan LPG dengan Bansos

NUSAWARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana untuk menggabungkan anggaran subsidi energi listrik dan gas elpiji dengan bantuan sosial (bansos).

Rencana tersebut sesuai dengan program reformasi sistem penganggaran yang telah dibahas antara pemerintah dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Saat ini, dijelaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, anggaran untuk program perlindungan sosial atau bansos terpisah antara pemerintah pusat dan daerah. Sehingga, akuntabilitas program sulit untuk disinkronkan.

“Sehingga bantuan kita ke masyarakat miskin itu menjadi terfragmentasi, akuntabilitas juga enggak bisa disinkronkan,” ujarnya.

Sri Mulyani menuturkan, wabah Covid-19 menjadi momen yang tepat bagi pemerintah untuk melakukan reformasi subsidi dan basnsos. Tujuannya untuk akurasi data penerima sehingga tepat sasaran.

Lebih lanjut disampaikan, saat ini program subsidi dan bansos terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Sembako, Bantuan Akses Kesehatan, dan pemberian subsidi energi listrik serta gas elpiji untuk masyarakat miskin.

“Karena ini menyangkut banyak belanja yang terfragmentasi. Ada belanja untuk keluarga miskin 10 juta paling bawah,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat bantuan sosial dari pemerintah daerah yang sulit dikoordinasikan. “Itu semua perlu kita tingkatkan dari sisi koordinasinya. Sehingga untuk ini kami dan Bappenas redesigning,” tandasnya. [pjst]