Musni: Umat Islam Duga Komunis Telah Bangkit, Menyusup di Pemerintah dan Parlemen | NUSAWARTA | Berita Indonesia

Breaking

logo

June 24, 2020

Musni: Umat Islam Duga Komunis Telah Bangkit, Menyusup di Pemerintah dan Parlemen

Musni: Umat Islam Duga Komunis Telah Bangkit, Menyusup di Pemerintah dan Parlemen

NUSAWARTA - Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) mendapat penolakan dan protes keras dari berbagai kalangan termasuk ormas-ormas Islam. Mereka juga mendesak agar RUU HIP dicabut.

Bahkan, sebagai bentuk protes dan penolakan RUU HIP, sejumlah ormas seperti PA 212, FPI, GNPF-U dan beberapa ormas Islam lainnya menggelar unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR, Rabu (24/6/2020).

Terkait hal itu, sosiolog Musni Umar berpendapat, ada 3 alasan mengapa penolakan umat Islam sangat keras terhadap RUU HIP.

Pertama, menurut Musni, umat Islam mensinyalir bahwa RUU HIP ada agenda jahat untuk mengubah Pancasila.

"Alasannya ada kata Trisila dan Ekasila dalam RUU itu. Dalam Trisila terdapat kalimat Ketuhanan yang berkebudayaan," kata Musni dalam tulisannya di arahjaya.com, Selasa (23/6/2020).

Kedua, Musni menyebut, umat Islam menduga bahwa RUU HIP ada maksud untuk menghidupkan kembali marxisme, komunisme dan leninisme.

"Karena Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966 Tentang PKI Sebagai Partai Terlarang tidak dicantumkan dalam konsideran RUU HIP," ujarnya.

Terakhir, Musni mengatakan bahwa ormas Islam menolak RUU HIP karena diduga komunis telah bangkit di Indonesia.

"Ketiga, umat Islam yang diwakili berbagai Ormas Islam menduga keras bahwa komunisme telah bangkit dan menyusup di pemerintah dan parlemen," ungkapnya.

Alasan itulah, lanjut Rektor Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) ini, berbagai ormas Islam turun ke jalan menggelar aksi menolak RUU HIP.

"Oleh karena itu, untuk menyelamatkan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, umat Islam yang diwakili berbagai Ormas Islam harus turut tangan ke medan perjuangan," pungkasnya. [netralnews]