Breaking

logo

June 23, 2020

Pakar: Kasus Novel Bernuansa Politis, Ada Kepentingan ‘Orang Kuat’

Pakar: Kasus Novel Bernuansa Politis, Ada Kepentingan ‘Orang Kuat’

NUSAWARTA - Pakar Hukum Pidana, Bernard L. Tanya, melihat pertarungan politik dan hukumdalam kasus penyerangan air keras ke penyidik senior KPK, Novel Baswedan, sangat jelas. Namun yang menjadi masalah adalah, hukum selalu kalah karena ada ‘orang kuat’ yang menjadi pengendali.

“Pertarungan antara politik dan hukum dalam kasus Novel sangat jelas, sudah memperlihatkan sebelum, pada saat, dan setelah penyerangan itu. itu bernuasa politis. Politis dalam arti ada kepentingan orang-orang kuat di belakang itu,” ucap Bernard dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (23/6).

Hal yang menjadi pertanyaan besar bagi Bernard adalah lembaga hukum maupun aparat penegak hukum sangat mudah diintervensi. “Ada kemungkinan intervensinya struktural, dalam artian sistem kendali atas bawah. Tapi bisa juga ada kemungkinan permainan, tidak tidak asing lagi kalau penegak hukum kita sering masuk, entah lewat suap atau janji,” ucap dia.

Sebagai negara hukum, kata dia, semua pihak mulai dari masyarakat hingga pejabat harus menghargai penegakan hukum. Sebab, jika semua kasus diserahkan pada pertarungan bebas antara hukum dan politik, maka hukum pasti kalah.

“Aparat penegak huum harusnya menyadari itu, bahwa produk yang bernuasan poltiik itu harus dinetralisir oleh pembacaan hukum yang kreatif. Hakim harus mampu menetralisir untuk menghadirikan kebenaran dan keadilan. Sehinga membaca aturan, jangan mengeja kata dalam aturan, tapi kita harus mendalami makna di balik hadirnya aturan itu, dan bagaimana kita menempakan secara tepat,” ucap dia.

Bernard mengatakan, jika hukum selalu disusupi oleh politik, penegakan hukum bakal carut-marut. Dalam kondisi seperti itu, semua kasus tidak bisa berujung pada keadilan.

“Jangankan kasus Novel, kasus-kasus lain banyak sekali tidak jalan karena banyak sekali elit, kelompok yang bisa menterpedo hukum itu, entah lewat pembangkangan, entah lewat penentangan, entah lewat pergerakan massa dan lain sebagainya,” ucap dia. [idns]