Breaking

logo

June 25, 2020

PP IPNU Protes Rapid Test Santri Rp400 Ribu, Kemana Duit Corona Rp667 Triliun?

PP IPNU Protes Rapid Test Santri Rp400 Ribu, Kemana Duit Corona Rp667 Triliun?

NUSAWARTA - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengkritisi rapid test yang diadakan di lingkungan pondok pesantren (ponpes) karena biayanya sangat mahal.

PP IPNU menilai, seharusnya pondok pesantren diberikan keringanan biaya rapid test atau digratiskan. Terlebih, dana penanganan Covid-19 cukup besar.

Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani mengatakan, banyak kader IPNU, utamanya di pesantren yang berasal dari keluarga kalangan menengah ke bawah.

Karena itu, ia meminta kepada pemerintah Presiden Jokowi untuk memberikan perhatian terhadap pelaksanaan rapid test di pesantren.

“Kami meminta kepada Presiden Jokowi agar ada perhatian khusus terhadap pondok pesantren, karena kondisi seperti ini kalangan santri lah yang sangat merasakan dampaknya,” ujar Aswandi Jailani kepada wartawan, Rabu (24/6) kemarin.

“Apalagi dengan keadaan new normal, santri diwajibkan untuk mengikuti rapid test yang biayanya sangat besar sekali Rp350-400 ribu, sangat memberatkan” imbuhnya.

Aswandi berharap pemerintah dapat hadir dalam penanganan Covid-19 di pesantren. Terlebih, anggaran yang dialokasikan dari negara tidak sedikit.

“Kami berharap sekali kehadiran pemerintah dalam bentuk nyata yaitu dengan memberikan fasilitas kesehatan secara gratis kepada pondok pesantren. Apalagi saat ini anggaran penanganan covid-19 dinaikkan menjadi Rp667 triliun,” jelasnya.

Aswandi menegaskan, bahwa IPNU akan mengirim surat pada Presiden Jokowi terkait hal tersebut. Jika tidak direspon, santri akan menyampaikannya di ruang publik.

“Kami akan mengirim surat secara tertulis kepada Bapak Presiden, jika kepentingan kami para santri tidak diakomodir, saya selaku Ketua Umum PP IPNU akan mengintruksikan kepada seluruh kader IPNU untk bersuara di wilayah mereka masing-masing,” tegasnya.

Sambungnya, pemerintah tidak boleh melupakan sejarah. Bahwa selain kelompok nasionalis, kaum santri juga memberikan sumbangsih pada pejuangan kemerdekaan.

“Pemuda harapan bangsa ini bukan hanya dari kaum nasionalis tapi juga dari kaum agamis/pondok pesantren sumbangsih kami terhadap negara ini sudah cukup nyata,” pungkasnya. [pjst]