Breaking

logo

June 30, 2020

Terbukti Mampu Produksi Imun, India Siap Uji Coba Vaksin Corona Pada Manusia

Terbukti Mampu Produksi Imun, India Siap Uji Coba Vaksin Corona Pada Manusia

NUSAWARTA - Tidak ketinggalan dari tetangganya China, India kini juga dilaporkan tengah menjajaki uji coba Vaksin COVID-19 pada manusia. Tidak hanya itu, berdasarkan hasil uji coba hewan, Vaksin dari India ini disebut-sebut aman hingga mampu memproduksi imun terhadap Virus Corona.

Sebagaimana diberitakan oleh Al Jazeera, Vaksin COVID-19 produksi Bharat Biotech, Covaxin, telah resmi mendapatkan lampu hijau untuk uji klinis pada manusia. Menjadi kandidat Vaksin domestik pertama India, Covaxin juga dikonfirmasi telah lolos uji coba pada hewan.

Dalam liputannya, BBC pun menjelaskan bahwa hasil uji coba Covaxin pada hewan terbukti aman serta mampu memicu respons imun yang efektif terhadap COVID-19.

"Pengawas Obat-obatan Umum India telah menyetujui pengajuan perusahaan untuk melakukan uji klinis Fase I dan II dari Covaxin, yang dikembangkan bersama dengan Institut Nasional Virologi dari Dewan Penelitian Medis India.

"Otoritas pengontrol obat di India telah mengizinkan Bharat Biotech untuk mengadakan percobaan klinis manusia Fase 1 dan 2 setelah perusahaan menyerahkan hasil studi pra klinis (yang) menunjukkan keamanan dan respons imun," terang Bharat Biotech pada Senin (29/6).

Meski jumlah relawan belum diketahui secara pasti, tetapi uji klinis COVID-19 pada manusia dijadwalkan akan dimulai pada Juli mendatang. Percobaan juga disebutkan akan dilakukan merata di seluruh penjuru India.

Selain itu, Bharat Biotech juga menjelaskan bahwa uji cobanya dirancang untuk lebih menguji apakah Vaksin aman alih-alih efektif.

Di seluruh dunia, setidaknya ada sekitar 120 program pengujian Vaksin untuk COVID-19. Sementara, di India, perusahaan yang ikut dalam perlombaan pengembangan Vaksin tercatat ada sekitar setengah lusin.

Namun, dari jumlah tersebut, Bharat Biotech lah yang akhirnya muncul sebagai perusahaan pertama yang mampu mendapatkan persetujuan dari otoritas India.

Sementara pesaing Bharat Biotech, Zydus Cadilla diketahui tengah bekerja mengembangkan dua jenis Vaksin untuk COVID-19. Sedangkan, Biological E, Indian Immunologicals, dan Mynvax masing-masing mengembangkan satu Vaksin.

Kemudian, perusahaan Vaksin raksasa Serum Institute of India, juga diketahui ikut memproduksi Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan pemerintahan Inggris. Sementara, sekitar empat atau lima Vaksin lokal lainnya juga tengah berada dalam tahap awal pengembangan.

Bharat Biotech adalah perusahaan biokteknologi yang berbasis di Genome Valley di Hyderabad. Dalam pengalamannya mengembangkan Vaksin, Bharat Biotech telah memberikan lebih dari 4 miliar dosis Vaksin di seluruh dunia.

Vaksin-Vaksin produksi Bharat Biotech juga mencakup penangkal untuk berbagai virus menular, termasuk H1N1 hingga rotavirus.

Sementara itu, India hingga kini diketahui telah mencatatkan kasus infeksi COVID-19 sebanyak 568.536 orang. Didudukkan di peringkat ke-4, Worldometer juga mencatat kasus kematian sebanyak 16.919 jiwa. [akrt]