Breaking

logo

July 28, 2020

Cerita Ketua MPR Bertemu Rupiah, Pedagang Minuman Perintis Kemerdekaan

Cerita Ketua MPR Bertemu Rupiah, Pedagang Minuman Perintis Kemerdekaan
NUSAWARTA - Saat berolahraga jalan santai mengitari Taman Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bertemu dengan seorang penjual minuman yang tengah menjajakan dagangannya di trotoar taman. 

Ia pun langsung menghampiri ibu penjual minuman yang ditemani oleh puluhan ekor kucing itu.

"Namanya, Ibu Rupiah. Cukup unik. Berprofesi sebagai pedagang minuman. Ia sekaligus menjadi ibu angkat puluhan kucing liar di tempatnya berdagang," ujar Bamsoet di kanal YouTube miliknya, dikutip Selasa (28/7/2020).

Ternyata, Rupiah merupakan perintis kemerdekaan Republik Indonesia. Selain mengaku sebagai relawan perintis sejak era Sukarno, ia juga mengatakan pernah ikut menjadi anggota delegasi RI sampai ke Korea Selatan.

"Ketika itu katanya, Duta Besarnya adalah Sarwo Edhie Wibowo, ayahanda Ibu Ani Yudhoyono, bapak mertua Pak SBY," tuturnya.

Rupiah tinggal di wilayah Pegangsaan, Jakarta Pusat, sejak 1961. Setelah ditinggal meninggal suaminya, ia harus menghidupi dua orang anaknya sendiri. 

Tidak mempunyai modal besar, Rupiah memilih menjual minuman. Dalam sehari pendapatan yang bisa diraih rata-rata hanya sekitar Rp 150.000. Kalau rezeki bagus, ia bisa mengantongi hampir Rp 300.000.

Berdasarkan pengakuan Rupiah, bagi wanita yang sudah memasuki masa senja ini, seberapapun rezeki yang diperoleh tetap disyukuri. 

Uang hasil berjualan minuman digunakan untuk mengontrak satu kamar di bawah kolong jalan rel layang kereta api.

"Tidak jauh dari tempatnya berdagang. Rp 500.000 per bulan," kata Bamsoet.

Bamsoet juga mengatakan dampak pandemi Corona sangat terasa bagi Rupiah. Selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), lanjutnya, Rupiah tidak bisa berjualan. 

Sempat nekat berdagang, akibatnya kursi dan karpet tempat berjualannya disita petugas. Beruntung, ia sudah bisa kembali berdagang sejak satu bulan lalu.

Walau hanya berjualan minuman dengan hasil yang tidak terlalu besar, tak menyurutkan niat Rupiah untuk berbagi dengan sesama. Siapa sangka, ia juga memiliki 10 anak angkat yang berasal dari jalanan. 

Bersama kedua anak kandung dan 10 anak angkatnya, Rupiah rela tidur berdesakan di kamar kontrakan yang sempit.

Tak hanya itu, Rupiah pun merupakan penyayang binatang. Ia memelihara sekitar 20 ekor kucing liar. 

Kucing-kucing tersebut kerap menemaninya berjualan di Taman Proklamasi. Salah satunya yang selalu dekat bernama Jalu.

"Walau terasa getir, namun saya menangkap kesan mereka tetap tidak putus asa dalam berjuang memenangkan kehidupan. Bahkan memberikan kehidupan bagi yang lainnya. Puluhan ekor kucing dan sepuluh anak yang berasal dari jalanan. Luar biasa. Semoga pemerintah daerah menaruh perhatian bagi rakyatnya yang berjuang di sektor informal usaha mikro," pungkasnya. [dtk]