Breaking

logo

July 1, 2020

Cie…, BIN bikin akun Facebook dan kawan-kawan, lagi bidik ini toh…

Cie…, BIN bikin akun Facebook dan kawan-kawan, lagi bidik ini toh…

NUSAWARTA - Media sosial yang menjadi jembatan penghubung generasi muda dalam berkomunikasi saat ini, membuat Badan Intelijen Negara atau dikenal BIN Republik Indonesia membuat akun facebook dan kawan-kawan di berbagai jejaring  media sosial yang ada.

Mulai dari akun Facebook, Twitter, Instagram hingga youtube. Seluruh akun media sosial tersebut dibuat resmi oleh BIN sebagai cara memperkuat komunikasi dan informasi kepada masyarakat khususnya generasi muda yang ingin mendapatkan informasi tentang BIN.

Akses situs resmi yang selama ini menjadi sarana dan prasarana informasi, dinilai kurang kekinian, dan membutuhkan formulasi baru terhadap penyampaian informasi yang ingin disampaikan BIN kepada masyarakat khususnya generasi kekinian.

“Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, BIN menganggap perlu untuk memiliki akun media sosial. Adanya akun media sosial resmi BIN menjadi salah satu cara membumikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda,” tutur Deputi-VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto, keterangan resmi.

Hadirnya akun media sosial resmi BIN ini, lanjut Wawan, merupakan penjabaran Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, namun dengan tetap menekankan pentingnya kerahasiaan sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Intelijen Negara.

“Media sosial merupakan ruang virtual yang banyak digemari oleh semua orang, tidak terkecuali generasi muda. Dengan adanya, akun medsos resmi BIN maka diharapkan akan mendekatkan BIN dengan kalangan milenial untuk bersama-sama menciptakan ruang publik yang positif,” jelas Deputi-VII lagi.

Selain sebagai sarana menyosialisasikan berbagai isu terkini, akun resmi media sosial ini juga diharapkan mampu mendekatkan BIN dengan masyarakat luas.

“Dengan adanya akun resmi ini, maka masyarakat diharapkan tidak lagi mempercayai akun-akun media sosial yang mengatasnamakan BIN,” terang Wawan.

Media sosial (medsos) saat ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.  Kecepatan, kepraktisan, dan berbagai kemudahan lainnya menjadi magnet yang menarik banyak orang untuk terus menggunakan media sosial. Bahkan, media sosial tidak hanya menjadi ruang interaksi antar penggunanya, namun juga menjadi rujukan informasi bagi masyarakat luas.

Saat ini, penggunaan media sosial pun terus menunjukkan tren kenaikan. Apalagi,  selama masa pandemik Covid-19. Berdasarkan riset dari konsultan Kantar, media sosial seperti WhatsApp dan Instagram melonjak hingga 40% di seluruh dunia.

Kenaikan ini disebabkan banyaknya orang yang menggunakan media sosial untuk berkomunikasi karena ada karantina wilayah guna mencegah penularan Covid-19. Fenomena ini menjadi cermin adanya ketergantungan masyarakat dengan medsos  akan informasi tinggi, termasuk informasi yang tidak jelas sumbernya, sehingga berakibat pada masyarkakat yang semakin terpapar informasi keliru dan berujung pada konflik.

Merespon tantangan tersebut, Badan Intelijen Negara (BIN) memandang perlu untuk meluaskan kehadirannya di ranah media sosial dengan melaunching beberapa akun resminya yaitu, binofficial_ri (Instagram), binofficial_ri (Twitter), dan binofficial.ri (Facebook). [hops]