Breaking

logo

July 28, 2020

Covid-19 Konpirasi? Deddy Cobuzier : Ya, Bisa Saja

Covid-19 Konpirasi? Deddy Cobuzier : Ya, Bisa Saja
NUSAWARTA - PRESENTER Deddy Corbuzier angkat bicara tentang pro kontra Covid-19 bagian dari teori konspirasi Covid-19 yang lagi ramai bahkan di kalangan sesama artis.

“Pandangan saya tentang konspirasi, karena belakangan heboh lagi. Bagi saya pribadi nih, bicara konspirasi, berpikir atau membayangkannya bukanlah sebuah keterbatasan pola pikir seperti yang disebut Cak Lontong. Mentertawakan teori konspirasi memang asik sih, sampai, eh ternyata benaran terjadi,” ungkapnya, Selasa (28/7/2020).

Deddy mencontohkan “Project Sunshine Hiroshima” dimana terbukti sudah teori konspirasinya. “Operation paperclip” yang ternyata aslinya bahkan lebih “aneh dan horor” dibanding teori konspirasinya, kalau kalian bingung itu apa. Coba di google asik deh pokoknya,” lanjutnya.

Ayah satu putra ini mengatakan ada kejadian-kejadian yang awalnya dianggap teori konspirasi ternyata beneran. 

“Anyway kalian percaya manusia sudah pernah ke bulan? Nah, letak ributnya dimana sih? Konspirasi itu dianggap bicara tanpa data, ya emang. Tapi bukannya yang ada datanya saja bisa dibuat-buat. Wong bolos kuliah aja bisa titip absen kok, datanya ada, orangnya kaga ada,” tambahnya.

“Buat saya sederhana, konspirasi? Ya bisa aja. Ada enggak virusnya? Ya ada. Yang mati banyak enggak? banyak. Tapi yang kena enggak merasa apa apa juga lebih banyak. Virus ini buatan orang? Ya bisa aja,” tegasnya.

Oleh karena itu, Deddy menjelaskan bicara tentang konspirasi bukanlah tabu. 

“Boleh enggak kita ngomongin konspirasi? Ya boleh. Keterbatasan pola pikir? Seperti kata Cak Lontong? Hm. Saya sudah ngobrol di Podcast tentang ini bareng Rapper, Gugus Tugas, Dokter Paru hingga Menteri dan lain-lain, asyik tuh mereka. Bahkan ada yang punya teori lebih heboh dari saya, asyik saja,” bebernya.

Namun, Deddy juga menegaskan dalam tiap bahasan soal Covid, tidak pernah bilang virus ini tidak ada, atau tidak berbahaya. 

“Enggak pernah juga bilang jangan pakai masker dan lain-lain, enggak, enggak pernah. Kita mah cuma ngobrol menari di pola pikir yang terbatas ini. Intinya satu hargai aja semua pendapat tanpa menghakimi, santai toh,” paparnya.

“Satu lagi, mungkin enggak sih berita Covid-19 di gede-gedein media? Gua enggak tahu. Tapi gua tahu berita anak kecil kepalanya ditimpuk batu terus jadi dukun yang namanya Ponari. Beritanya dulu wuih, kalah anak Indonesia pemenang olimpiade fisika. Ponari sekarang kemana ya, jangan jangan konspirasi,” pungkasnya. [pjst]