Breaking

logo

July 31, 2020

Djoko Tjandra Lari 11 Tahun untuk Hindari Vonis 2 Tahun

Djoko Tjandra Lari 11 Tahun untuk Hindari Vonis 2 Tahun
NUSAWARTA - Buron terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra akhirnya ditangkap setelah 11 tahun pelarian. 

Djoko Tjandra sebelumnya divonis Mahkamah Agung (MA) 2 tahun penjara.

Perjalanan kasus Djoko Tjandra bermula dari pengusutan perkara korupsi cessie Bank Bali pada 1999 lalu. Djoko Tjandra pun diseret ke pengadilan. 

Hingga pada tahun 2000, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan Djoko Tjandra lepas dari segala tuntutan (onslag van rechtverfolging).

Dalam putusan No 156/Pid.B/2000/PN.Jak.Sel tertanggal 18 Agustus 2000 itu, hakim menyatakan sebenarnya dakwaan JPU terhadap perbuatan Djoko Tjandra terbukti secara hukum. 

Namun perbuatan tersebut bukanlah merupakan suatu perbuatan pidana melainkan perbuatan perdata. 

Akibatnya, Djoko Tjandra pun lepas dari segala tuntutan hukum.

"Menyatakan Terdakwa JOKO SOEGIARTO TJANDRA dilepas dari segala tuntutan hukum (Onslag van rechtverfolging)," demikian bunyi amar putusan PN Jaksel.

Atasan putusan itu, JPU pun mengajukan kasasi. Namun, Mahkamah Agung (MA) kala itu menguatkan putusan PN Jaksel. Dalam putusan No 1688 K/PID/2000 tanggal 28 Juni 2001, MA memutuskan menolak permohonan kasasi jaksa hingga Djoko Tjandra tetap lepas dari segala tuntutan hukum.

Pada tahun 2008, Kejaksaan Agung pun mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kasus korupsi cessie Bank Bali dengan terdakwa Djoko Tjandra ke MA. 

JPU kala itu beralasan terdapat keadaan baru yang menimbulkan dugaan kuat, bahwa jika keadaan itu sudah diketahui pada waktu sidang masih berlangsung, hasilnya akan berupa putusan pemidanaan.

MA yang diketuai Djoko Sarwoko dengan anggota I Made Tara, Komariah E Sapardjaja, Mansyur Kertayasa, dan Suwardi, pada tahun 2009 kemudian memutuskan menerima PK yang diajukan Jaksa. 

Putusan ini diwarnai dissenting opinion atau pendapat yang berbeda dari Komariah E Sapardjaja dan Suwardi. [dtk]