Breaking

logo

July 1, 2020

Fadli Zon: Kemarahan Jokowi Ekspresi Frustasi, Tak Ada Gunanya

Fadli Zon: Kemarahan Jokowi Ekspresi Frustasi, Tak Ada Gunanya

NUSAWARTA - Politisi Fadli Zon menilai, kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat paripurna kabinet merupakan ekspresi rasa frustrasi dalam menghadapi situasi krisis saat ini. 

Diketahui Fadli, kemarahan itu sebenarnya disampaikan pada pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Negara, 18 Juni 2020 lalu. Namun, rekamannya baru diunggah oleh Sekretariat Presiden pada 28 Juni 2020 kemarin.

"Tapi kemarahan itu tidak ada gunanya buat rakyat, kecuali hanya bagi pribadi Presiden," kata Fadli, dikutip dari cuitannya, Rabu (1/7/2020).

Seperti diketahui, Presiden mengeluhkan tak adanya langkah ‘extraordinary’ dalam mengatasi krisis. Presiden menganggap anggota kabinetnya tidak memiliki ‘sense of crises'.

"Maka persoalan itu bukan hanya ada pada satu-dua orang menteri saja, namun melekat pada seluruh pemerintahannya. Sebab, dengan ataupun tanpa Covid-19, sejak awal pemerintahan ini selalu menyangkal bakal datangnya krisis," jelas Fadli.

Terkait prinsip dasar kepemimpinan, mengkritik, menegur, atau memarahi anak buah di muka publik bukanlah sebuah tindakan yang patut.

Menurutnya, pemimpin memang boleh menegur, bahkan hingga sekeras-kerasnya pada anak buah, atau memarahi sekasar-kasarnya, namun semua itu seharusnya dilakukan di ruang tertutup.

Sebaliknya, dalam urusan prestasi, jika anak buahnya cakap maka seorang pemimpin seharusnya memuji anak buahnya di ruang terbuka. Selain sebagai bentuk apresiasi, hal itu juga untuk mendongkrak wibawa kepemimpinannya.

"Cara seorang pemimpin meninggikan dirinya sendiri adalah dengan meninggikan anak buahnya. Sebaliknya, jika seorang pemimpin merendahkan anak buahnya, maka sebenarnya dia sedang merendahkan diri sendiri," jelas dia. [ntrl]