Breaking

logo

July 31, 2020

Gilang Pengidap Kelainan Fetish Kain Jarik Bisa Sembuh, Ini Syaratnya

Gilang Pengidap Kelainan Fetish Kain Jarik Bisa Sembuh, Ini Syaratnya
NUSAWARTA - Pria bernama Gilang yang adalah penderita kelainan orientasi seks atau kelainan fetish kain jarik bisa disembuhkan. Hal itu disampaikan oleh Psikolog Klinis dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, Citra Hanwaring Puri.

Namun, menurut dia ada syarat yang harus dipenuhi, yakni motivasi dari penderita tersebut. Gilang adalah mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur.

Melansir wartakota, Gilang disebut memiliki fetish kepada seseorang yang terbungkus kain jarik dan diikat seperti mayat. Bahkan, kini korbannya sudah puluhan orang.

Meurut Citra ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi seseorang menjadi sembuh dari suatu kelainan.

"Ada banyak faktor yang mempengaruhi, misal keinginannya, motivasi diri dia mau melakukan terapi atau tidak. Karena hal itu berproses, dukungan lingkungan juga penting," katanya, Kamis (30/7/2020) malam.

Kata Dia, paling tidak, pengidap suatu kelainan bisa sembuh atau berkurang penyakitnya bila mau berusaha. 

Namun, Citra memberi catatan penting, karena pengidap fetish bila tidak segera ditangani, maka proses sembuhnya akan semakin lama.

"Sebenarnya bisa (disembuhkan) atau paling tidak berkurang. Namun bedanya semakin lama dia mengidap fetish tersebut, akan semakin lama pula proses sembuhnya," jelas Citra.

Citra lantas mengungkapkan berbagai penyebab yang membuat sosok Gilang memiliki fetish tersebut. Dari analisisnya, Gilang memiliki rasa tak berdaya dalam dirinya.

"Kemungkinan si pelaku ada rasa tak berdaya dalam dirinya. Mungkin dia merasa ada trauma masa lalu, mengalami bullying sehingga ada rasa rendah diri yang entah terkait dengan lawan jenis atau sejenis," ujar Citra.

Oleh sebab itu, Gilang merasa terpuaskan melihat korban tidak berdaya terbalut kain jarik bahkan dilakban.

Citra menjelaskan bahwa fetish disorder merupakan kelainan dimana seseorang memiliki dorongan seksual terhadap benda mati atau nongenital. Seperti pakaian dalam, sepatu hak tinggi, kain-kain, kaos kaki dan macam-macam benda lainnya.

Adapun, fetish seseorang juga bisa kepada bagian tubuh tertentu yang nongenital seperti kaki, tangan, jari, serta rambut.

Terkait sosok Gilang, Citra tidak mengatakan secara gamblang mengenai penyakitnya. Sebab, dirinya hanya bisa menduga dari berbagai informasi yang beredar di jagat maya.

Namun yang pasti, analisis Citra mengatakan, Gilang tidak hanya memiliki fetish terhadap kain saja.

"Saya lihat tidak hanya kain, tapi kain yang mesti dibungkus di korbannya. Korbannya juga nggak cuma dibungkus, tapi dilakban juga. Seperti korban nggak bisa ngapa-ngapain, korban dibuat nggak berdaya," tutup Citra. [lwjstc]