Breaking

logo

July 13, 2020

Jarang Terlihat, Menkes Terawan Ternyata Pilih ‘Angkat Kaki’ dari Jakarta

Jarang Terlihat, Menkes Terawan Ternyata Pilih ‘Angkat Kaki’ dari Jakarta
NUSAWARTA - Publik kerap mempertanyakan keberadaan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Rupanya, Menkes tidak berada di Jakarta. Angka kasus COVID-19 yang makin tinggi, membuatnya memilih berkantor di Surabaya untuk sementara waktu.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesdirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes dr M. Budi Hidayat.”Iya betul, Pak Menkes ‘ngantor’ di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” katanya, dikutip Antara, Minggu, 12 Juli 2020.

Terawan menaruh perhatian serius di provinsi Jawa Timur dengan angka corona yang masih tinggi. Makanya dia memutuskan untuk berkantor di sana untuk memastikan penanganan COVID-19 di provinsi tersebut bisa berjalan dengan baik. “Karena kita tahu penyebaran COVID-19 di sini perlu perhatian khusus,” katanya.

Menkes tiba di Surabaya pada Sabtu, 11 Juli 2020 malam. Pada Minggu pagi, ia langsung menggelar rapat yang dihadiri Kepada Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana dan Sekretaris Dearah Jawa Timur Heru Tjahyono. Setelah rapat, Terawan meninjau Rumah Sakit lapangan Indrapura.

Jawa Timur posisi teratas penyumbang corona

Hingga hari Minggu, 12 Juli 2020, Jawa Timur masih menjadi daerah penyumbang positif corona terbanyak di Indonesia. Per kemarin, jumlahnya bertambah 518 orang. Di saat bersamaan, pasien sembuh ada 207 orang, dan meninggal 20 orang.

Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah hingga 75.699 orang. Selama 24 jam terakhir saja ada penambahan kasus postif sebanyak 1.681 orang.

“Dari jumlah ini kita mendapatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.681 orang sehingga saat ini totalnya mencapai 75.699,” kata Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dari Kantor BNPB.

Yurianto menyebut angka tersebut didapat dari hasil pemeriksaan 22.379 spesimen. Sehingga total spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama COVID-19 hingga Minggu, 12 Juli 2020 sebanyak 1.061.367 spesimen.

Spesimen ini diperiksa dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), Test Cepat Melokuler (TCM) dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM).

Kita bisa berkontribusi supaya angka ini tidak semakin bertambah. Terapkan selalu aturan jaga jarak sekitar 2 meter. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri, terutama tangan. Bersama, kita pasti bisa lalui pandemi ini. Tetap semangat dan jaga kesehatan, ya. [hps]