Breaking

logo

July 7, 2020

Kisah Suroto, tidur selama 10 tahun sampai rambutnya gimbal

Kisah Suroto, tidur selama 10 tahun sampai rambutnya gimbal
NUSAWARTA - Suroto, warga Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menggegerkan publik lantaran terbaring tidur selama 10 tahun lamanya dengan rambut yang sudah menggimbal.

Dilansir dari Kompas, Suroto ditemukan dalam keadaan memprihatinkan. Rambutnya sudah gimbal dengan panjang hingga sepunggung. Ia hanya makan selama tiga atau empat hari sekali dengan porsi yang sangat sedikit. Suroto juga tidak pernah berbicara dan hanya menatapi langit-langit rumahnya saat membuka mata.

Menurut sang Ibu, Sukanti, Suroto sebenarnya sehat secara fisik. Tingkah Suroto yang aneh tak ayal membuatnya beserta para tetangga terheran-heran.

“Saya tidak tahu bagaimana mulanya, tiba-tiba dia sudah tiduran dan tidak pernah bangun. Selain itu, dia juga tidak pernah berbicara lagi,” terang Sukanti dalam Bahasa Jawa.

Bukan kali pertama

Kendati begitu, ini bukanlah kali pertama Suroto terbaring tidur dalam waktu yang lama. Menurut pengakuan salah satu warga, Sujono, sebelumnya Suroto juga pernah melakukan aksi serupa pada 1993 silam. Saat itu, Suroto terbaring tidur sampai dua tahun lamanya.

Namun setelahnya, Suroto diketahui pergi ke Bandung untuk mencari pekerjaan dan kembali pulang ke kampung halaman dalam keadaan yang normal.

Keanehan sikap Suroto ini disinyalir baru terjadi saat ia memiliki masalah dengan orangtuanya. Saat itu, Suroto menitipkan sejumlah uang kepada ibunya untuk dibelikan motor. Namun, uang tersebut justru habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Mengetahui hal ini, Suroto pun kecewa dan depresi. Ia bahkan sempat terlibat persoalan kriminal dan merasakan dinginnya jeruji besi.

“Setelah keluar dari penjara itu dia sempat bertingkah aneh. Pernah ratusan bambu dijadikan tiang pancang mengelilingi rumahnya,” tutur Sujono.

Suroto kemudian mulai tidur lagi semenjak erupsi Gunung Merapi hingga sekarang.

Menanggapi kejadian ini, tim Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) Salatiga pun langsung mengunjungi rumah Suroto.

Mereka melakukan beberapa hal, mulai dari memotong rambut dan kuku Suroto, memandikannya, serta menggantikan pakaiannya. Diperlakukan secara baik, Suroto pun sempat meneteskan air mata.

“Seperti mau berbicara tapi tertahan. Nanti secara perlahan diajak berkomunikasi dan dirawat, agar bisa kembali normal,” kata Ardian, salah satu relawan MRI-ACT.  [hps]