Breaking

logo

July 7, 2020

Pertahankan gelar juara dunia, Rossi disebut sering lakukan cara kotor

Pertahankan gelar juara dunia, Rossi disebut sering lakukan cara kotor
NUSAWARTA - Mempertahankan gelar juara dunia MotoGP bagi Valentino Rossi tentu bukan perkara mudah, meski dirinya dikenal memiliki kemampuan membalap yang sangat baik dilintasan. 

Memiliki saingan di lintasan sirkuit menjadi hal terberat bagi Rossi mengingat di luar lintasan semuanya merupakan kawan. Namun siapa sangka Rossi ternyata sering melakukan cara kotor untuk mempertahankan gelar juara dunianya.

Hal tersebut diketahui dari pembalap Sete Gibernau yang pernah merasakan cara kotor Valentino Rossi di lintasan. Caranya melakukan suatu hal yang mungkin tidak dibayangkan bayak orang, dengan tegas diungkap sering dilakukan Rossi kepada pembalap lain yang menjadi saingannya di sirkuit.

Salah satu legenda MotoGP, Sete Gibernau, mengungkapkan soal persaingan ketat yang pernah dialaminya bersama Valentino Rossi. Bahkan, Gibernau mengaku tahu cara kotor Rossi untuk bisa mengamankan peluangnya menjuarai MotoGP.

Sebagaimana diketahui sejak pertama kali muncul, Rossi memang berhasil langsung menjelma sebagai salah satu pembalap papan atas di MotoGP. Terhitung, Rossi sudah mengoleksi 9 gelar juara dunia dalam 14 tahun kiprahnya di kejuaraan dunia MotoGP.

Capaian juara dunia Valentino Rossi sendiri memang tak didapatnya dengan cara mudah, bahkan banyak pembalap yang berusaha menyaingi kemampuannya, dengan target merebut gelar juara dunia yang sudah dipertahankannya.

Sete Gibernau sendiri, merupakan salah satu pembalap yang pernah menjadi rival bagi Rossi di lintasan. Dalam kenangannya tersebut dirinya pernah bertarung dengan Rossi di lintasan sebagai salah satu pembalap pesaingnya.

Dalam perjalanan persaingan di sirkuit, Gibernau bahkan mengungkap, pembalap asal Italia tersebut merupakan rider yang cerdik dan dikenal kerap menggunakan segala cara untuk bisa mengamankan peluangnya menjadi juara dunia.

 “Vale merupakan orang yang membutuhkan menciptakan kebencian pribadi pada para pembalap yang ia lawan, agar semua berjalan baik. Inilah caranya melihat semua hal,” ungkap Gibernau, seperti disadur dari Marca, Selasa (7/7/2020).

Gibernau mengaku saat menjadi kawan baik, Rossi merupakan sosok yang sangat menghargai kawan dan teman sesama pembalap. Hal tersebut bisa berubah ketika seorang pembalap telah menjadi pesaingnya di lintasan balap.

“Saat saya bukan rivalnya, kami jadi kawan baik, dan mempunyai hubungan sangat baik. Tapi sekalinya kami bertarung di lintasan, pertemanan kami benar-benar rusak, dan kami tak pernah punya hubungan baik lagi dan takkan pernah kembali seperti dulu lagi,” ujarnya.

“Tapi Anda memang harus memakluminya, karena ia ada di sana untuk merebut gelar dunia, bukan mencari teman. Caranya memahami dunia balap memang sangat layak dihormati. Saya tak sepakat dengannya soal banyak hal, tapi jelas saya mengaguminya sebagai rider yang hebat,”.

“Saya yakin Vale memang memilih situasi itu, karena itulah caranya memahami hidup. Kamera dan citra publik yang kita lihat darinya tampak sangat alami dan mengundang empati dari banyak orang. Ia seperti orang yang sangat baik, tapi ia juga butuh menciptakan rivalitas sengit dengan lawannya di trek.” tutupnya. [hps]