Breaking

logo

July 28, 2020

Prabowo-PDIP Terdepan, Parpol Lain Tenggelam, Eh... PSI Moncer

Prabowo-PDIP Terdepan, Parpol Lain Tenggelam, Eh... PSI Moncer
NUSAWARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia telah berlangsung selama lima bulan. 

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat dan sosial-ekonomi, pandemi juga turut memengaruhi peta dukungan terhadap kandidat dan partai politik.

Temuan survei Indometer menunjukkan bahwa Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto masih kokoh berada di puncak elektabilitas di antara tokoh yang berpeluang menjadi calon presiden pada 2024 mendatang. 

Dibandingkan dengan survei pada Februari 2020, Prabowo tetap unggul meskipun menurun.

Demikian pula dengan PDIP yang tetap meraih elektabilitas tertinggi di tengah kecenderungan menurunnya elektabilitas semua partai politik. Hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengalami tren kenaikan selama berkecamuknya pandemi Covid-19.

"Prabowo dan PDIP masih kokoh di puncak elektabilitas, sementara hampir semua parpol turun elektabilitasnya, hanya PSI yang mengalami kenaikan," ungkap Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer Leonard SB dalam press release di Jakarta, pada Senin (27/7/2020).

Elektabilitas Prabowo bertengger di angka 17,6% atau turun dari sebelumnya 23,1%. Perubahan signifikan dialami tokoh-tokoh berlatar belakang kepala daerah, di mana sejumlah tokoh mengalami kenaikan dan menggeser posisi tokoh-tokoh lainnya. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengalami kenaikan pesat. Ganjar kini berada di urutan kedua, menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang semula membayangi Prabowo.

Elektabilitas Ganjar naik dari sebelumnya 9,7% menjadi 15,4%. Sementara itu, Kang Emil melesat dua kali lipat dari 5,2% menjadi 11,3%. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga naik dari 2,3% menjadi 4,1%. 

Di antara tokoh berlatar belakang kepala daerah yang mengalami penurunan elektabilitas adalah Anies yang anjlok dari 14,8% menjadi 10,1%, Selain itu, ada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang turun dari 4,5% menjadi 2,9%.

Menurut Leonard, pandemi Covid-19 memberikan lonjakan dukungan bagi sejumlah gubernur yang merupakan pemegang kebijakan di tingkat daerah. 

Tokoh-tokoh yang lebih mapan seperti Anies dan Risma pun kini seolah mendapat penantang baru dalam kontestasi elektoral. Selebihnya, diisi tokoh-tokoh nasional baik yang memegang jabatan di pemerintahan maupun tidak.

Sebut saja Menteri BUMN Erick Thohir (3,2%/1,8%), Menko Polhukam Mahfud (1,8%/1,4%), dan ketua DPR Puan Maharani (1,4%/1,2%). 

Tokoh nasional lainnya adalah Sandiaga Uno yang merupakan mantan cawapres Prabowo (10,3%/8,8%) dan ketua umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (3,8%/3,3%). Sisanya hanya kurang dari 1% dari total seluruhnya ada 20 nama tokoh. [wrte]