Breaking

logo

July 30, 2020

Predator Fetish Pocong Pernah Diarak Warga Karena Bungkus Korban di Kos

Predator Fetish Pocong Pernah Diarak Warga Karena Bungkus Korban di Kos
NUSAWARTA - Aksi predator 'Fetish Kain Jarik' viral di media sosial. Sebelum diviralkan, pelaku pernah mendapat hukuman sosial atas perbuatannya.

Pelaku sendiri diketahui bernama Gilang, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) semester 10, angkatan 2015.

Pelaku fetish ini memang dikenal memiliki penyimpangan seksual di FIB Unair. Bahkan, tak sedikit cerita keluhan dari para mahasiswa baru (maba) jika Gilang sering meminta korban sebagai objek bungkus membungkus dengan alasan riset.

Bahkan, Gilang sempat menjadi viral di FIB. Pasalnya, saat dia melakukan aksi bungkus-membungkas di kos korban, aksi itu dipergoki warga.

"Dia pernah ke-gap sama warga. Akhirnya sama warga diarak," ujar Amoretta Putri (20) Mahasiswa FIB Unair semester 7 kepada detikcom, Kamis (30/7/2020).

Tak hanya diarak saja, mahasiswa rantau ini juga diberi sanksi sosial oleh warga. Selama diarak, dia berjanji tidak akan mengulangi kelakuan buruknya itu.

"Dengan membentangkan tulisan 'saya tidak akan mengulangi lagi'. Itu waktu tahun 2017 atau 2018 gitu," cerita Amoretta.

Danang Pradipta (21), mahasiswa FIB semester 7 juga membenarkan adanya kejadian yang membuat pelaku diarak. Modus yang digunakan pelaku pun sama seperti yang lainnya, yakni sebagai objek penelitian.

"Kayaknya gitu, bungkus-membungkus. Soalnya dari cerita-cerita teknisnya ngajak calon korban itu sama buat penelitian, tali menali seperti itu," kata Danang di depan gedung FIB Unair kampus B.

Danang menceritakan Gilang merupakan mahasiswa yang cukup aktif. Bahkan, ketika dilihat, pelaku seperti mahasiswa laki-laki pada umumnya. Tapi tak sedikit yang mengetahui adanya penyimpangan seksual pada pelaku.

"Track recordnya dari dulu seperti itu. Pas saya masih maba, angkatan saya mengeluhkan didekati si Gilang," ujarnya.

Sementara Presbem FIB Unair, Adnan Guntur (20) mahasiswa semester 7 ini mengatakan, jika sejauh ini kasus Gilang telah ditindaklanjuti. Namun itu semua tak berbuah manis.

"Sama teman-teman diselesaikan dari berbagai jalur. Angkatannya (2015) sendiri, beberapa kepanitiaan menolak dia ada di kepanitiaan (kaderisasi)," kata Adnan.

"Ternayata dia masih belum tobat. Kalau ada maba yang dianggap menarik diincar sama dia, dicari IG-nya, ngajak follback," pungkas Adnan. [dtk]