Breaking

logo

July 30, 2020

Terancam 4 Tahun Penjara, Penggemar Vero yang Hina Ahok-Puput Tak Ditahan

Terancam 4 Tahun Penjara, Penggemar Vero yang Hina Ahok-Puput Tak Ditahan
NUSAWARTA - Polisi berhasil mengamankan dua tersangka berinisial KS (67) dan EJ (47), atas tindakan pencemaran nama baik kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Keduanya dijerat dengan UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

Meski sudah berstatus sebagai tersangka, keduanya kini tidak ditahan di rutan Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan hal itu akibat ancaman hukuman yang dikenakan kepada dua pelaku tersebut di bawah 5 tahun penjara.

"Proses ini masih berjalan, masih berlanjut. Ancamannya Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 45 UU 11 Tahun 2008 tentang ITE ancaman 4 tahun penjara. Yang bersangkutan karena ancaman di bawah 5 tahun tahun kita tidak lakukan penahanan," kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Meski tidak dilakukan penahanan, Yusri memastikan kedua tersangka tersebut dikenai wajib lapor. Kewajiban tersebut harus dilakukan keduanya hingga sampai proses pemberkasan perkara kedua tersangka tersebut selesai.

"Kasus tetap berjalan dan yang bersangkutan dikenakan, diwajibkan wajib lapor sampai menunggu pemberkasan selesai," ujarnya.

Yusri menjelaskan kasus pencemaran nama baik Ahok tersebut pertama kali dilaporkan oleh kuasa hukumnya, Ahmad Ramzy, pada Sabtu (16/5) lalu. Kasus tersebut kemudian ditangani oleh Subdit Cyber Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Tim penyidik kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa klarifikasi terhadap 4 orang, termasuk Ahok serta 3 saksi, pada Kamis (16/6) lalu.

"Kemudian tanggal 17 Juli naik ke sidik (penyidikan) berdasarkan hasil gelar perkara dan kemudian hasilnya adalah sudah memenuhi unsur pidana di Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancamannya 4 tahun penjara," terang Yusri.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan pada Senin (20/7) lalu polisi juga melakukan pemeriksaan ulang kepada pelapor dan saksi. Beberapa saksi ahli, meliputi ahli bahasa dan ahli ITE, juga diikutsertakan untuk memastikan kelengkapan berkas perkara.

Setelah melakukan penyidikan, polisi akhirnya mendapati dua akun Instagram, @ito.kurnia dan @an7a_s679, yang terbukti melakukan pencemaran nama baik kepada Ahok. Tersangka KS pemilik akun @ito.kurnia berhasil diamankan oleh polisi pada Rabu (29/7) di Bali.

"EJ pemilik akun Instagram @an7a_s679 posisinya ada di Medan sekarang yang bersangkutan sudah diamankan dan rencana malam ini tiba di Jakarta untuk kita dalami pemeriksaannya," pungkas Yusri.

Kedua tersangka mengaku sebagai penggemar mantan istri Ahok, Veronica Tan, dan tergabung dalam komunitas Veronica Lovers. Grup komunitas tersebut sendiri muncul sejak akhir 2019. Seluruh anggota komunitas yang ada di WhatsApp dan Telegram itu perempuan. [dtk]