Breaking

logo

August 1, 2020

Demi Momen Idul Adha, Dua Bocah asal Dubai harus Terbang selama 46 Jam

Demi Momen Idul Adha, Dua Bocah asal Dubai harus Terbang selama 46 Jam
NUSAWARTA - Dua bocah asal Dubai, Uni Emirat Arab harus tempuh perjalanan selama 46 jam demi bisa berkumpul dengan keluarga saat momen Hari Raya Idul Adha.

Menyadur Gulf News, Jumat (31/7/2020), Bilal Bin Sahad dan Basil Bin Sahad harus menempuh perjalanan panjang dari Kerala ke Dubai namun harus lewat Chicago, Amerika Serikat.

"Saya memutuskan untuk membawa mereka pulang dengan mengambil perjalanan penuh petualangan ini dengan banyak risiko karena saya tidak mendapatkan visa kunjungan untuk mereka dari India," kata Sahad Sattar, ayah dua bocah tersebut kepada Gulf News.

Kedua anaknya terjebak di Kerala India karena negara tersebut menerapkan lockdwon untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Kami sendirian. Membuat makanan itu sulit karena kita tidak tahu memasak," ujar Basil. Dia mengatakan mereka membuat mie atau membeli makanan dari restoran untuk bertahan hidup.

"Selama empat-lima bulan terakhir kami tidak makan makanan yang layak. Semuanya makanan cepat saji." tambahnya.

Ketika kasus Covid19 meningkat di India, khususnya di Kerala, kedua bocah itu mulai panik dan merasa tertekan.

Agar kedua putranya dapat kembali ke Dubai, Sahad terpaksa menyusun perjalanan panjang. Berbekal pengalamannya menjadi manajer perjalanan di Dubai selama 25 tahun terakhir, ia memeriksa semua pedoman perjalanan dan protokol Covid-19 untuk mengatur penerbangan mereka dari Calicut ke Delhi singgah di Cicago kemudian ke Dubai.

"Kami tidak menemukan cara lain untuk datang dari Kerala ke Dubai. Ini adalah satu-satunya kesempatan kami. Jadi kami berpikir untuk mengambil risiko," kata Bilal.

Sahad mengatakan dia kemudian mendapatkan visa turis 90 hari dari Dubai untuk anak-anak dengan menyediakan tempat keberangkatan mereka dari Chicago dalam aplikasi.

Kedua remaja tersebut memulai perjalanan mereka dari Calcut pada jam 8 malam pada tanggal 22 Juli. Setelah terbang tiga jam, mereka mendarat di Delhi dan terbang ke Chicago.

"Mereka bertanya kepada kami mengapa kami ingin pergi ke AS ketika ada banyak kasus (Covid-19) di sana. Setelah kami menjelaskan alasannya, kami diberi izin imigrasi. Di Chicago juga, kami harus menjelaskan bahwa kami tidak mengunjungi tempat itu tetapi hanya transit untuk terbang ke Dubai," kata Bilal.

Kedua saudara tersebut mengatakan mereka menghadapi saat-saat menegangkan di Delhi di mana kondisi bandara penuh sesak. Penerbangan mereka dari Delhi ke Chicago memakan waktu lebih dari 15 jam.

Kemudian mereka singgah selama 10 jam di sebuah hotel bandara di Chicago.

Meskipun mereka berada di negara impian mereka, anak-anak itu tidak menyesal tidak dapat menikmati kunjungannya di AS. Mereka hanya ingin bergabung dengan orang tua dan adik mereka — Maryam, Zainab, Sarah dan Ammaar.

Akhirnya, mereka mendarat di Dubai pada pukul 8 malam waktu setempat pada 24 Juli setelah menyelesaikan perjalanan panjang.

Karantina Mandiri

Setelah sampai di Dubai, Bilal dan Basil masih harus menjalani karantina mandiri, meskipun dinyatakan negatif Covid-19.

"Meskipun pihak berwenang tidak meminta untuk mengkarantina mereka, saya memutuskan untuk membuat mereka dikarantina di sebuah hotel dekat apartemen kami di Abu Hail selama seminggu agar lebih aman," kata Sahad.

Sahad kemudian memastikan anak-anaknya mendapatkan apa yang paling mereka rindukan yakni makanan buatan ibu mereka, Nadiya Sahad.

"Kami memutuskan untuk membawa anak-anak ke rumah untuk bersama kami untuk puasa Arafat dan merayakan Idul Adha bersama kami. Kami sangat merindukan mereka selama Idul Fitri. Kami berterima kasih kepada Yang Mahakuasa bahwa mereka akhirnya di sini aman dan sehat bersama kami saat Hari Raya Idul Adha," kata ayah yang bahagia itu. [sra]