Breaking

logo

August 1, 2020

Posko Pengaduan Predator Fetish Pocong Unair Terima 15 Laporan

Posko Pengaduan Predator Fetish Pocong Unair Terima 15 Laporan
NUSAWARTA - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair membuka help center kepada para korban predator fetish pocong kain jarik. Hingga hari ini, sudah ada 15 laporan yang masuk ke help center FIB Unair terkait modus pelecehan seksual menggunakan kain jarik menyerupai pocong dengan modus riset akademik. Namun dari belasan pelapor, identitasnya disamarkan.

"Help center Unair sampai sekarang sudah menerima 15 pengaduan masukan. Tetapi agak sumir karena laporan itu mengatakan dia tidak menjelaskan namanya siapa, ditanya identitas tidak menjawab tapi dia mengatakan bahwa dia pernah punya pengalaman di chat seperti itu. 15 laporan baru selevel itu sampai siang ini," jelas Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2020).

Saat tim help center menerima laporan, pelapor hanya mengatakan pernah juga dichat untuk melakukan hal seperti yang telah viral. Modusnya juga sama, yakni riset akademis.

"Tetapi bervariatif, ada yang menolak dan ada beberapa yang sudah kita pelajari dari chat," ujarnya.

"15 Hanya menyatakan lewat online tapi kita tanya, maaf, dari mana, alamatnya di mana, mereka tidak mau menunjukkan identitas. Jadi memang perkara ini tentu harus segera ditangani agar tidak membuat trauma masyarakat," tambahnya.

Saat ini, tim help center hingga pihak dekanat FIB Unair sedang berikhtiar menghubungi pelaku disebut bernama Gilang. Keluarga Gilang pun turut diajak berkoordinasi.

"Harapannya bisa mendialogkan secara online kepada yang bersangkutan atau keluarga. Karena yang bersangkutan sejak Maret lalu tidak ada di kosnya, sudah tidak di Surabaya," harapnya.

"Kita sedang berikhtiar mencari pihak keluarga untuk segera bisa mengklarifikasi. Kemudian kita pun juga berusaha ingin menjaga terutama mereka yang merasa menyatakan dirinya sbeagai korban silahkan ke help center, kita akan bantu dari psikolog, psikiater, dengan harapan bisa membantu menyelesaikan masalah ini," pungkasnya.

Sebuah cuitan tiba-tiba saja viral di twitter. Cuitan tersebut berisi curahan hati seorang mahasiswa yang mengaku merasa dilecehkan seniornya sesama mahasiswa Unair. Bentuk pelecehan itu dia sebut dengan predator 'Fetish Kain Jarik'.

Di dalam utasnya, mahasiswa yang mengaku menjadi korban itu dipaksa 'membungkus' dirinya sendiri seperti mayat yang dikafani menggunakan kain jarit.

Semua screenshot percakapan di DM Instagram dan WA ia keluarkan semua. Ia juga melengkapinya dengan foto. Ia menyebut pelaku adalah Gilang, seorang mahasiswa Unair akhir. [dtk]