Breaking

logo

August 2, 2020

Saat Kolonial Belanda di Nusantara Luluh Lantak di Tangan Jepang

Saat Kolonial Belanda di Nusantara Luluh Lantak di Tangan Jepang
NUSAWARTA - Pada tahun 1942 kekuasaan Belanda di Hindia Belanda akhirnya takluk dari tangan Jepang. Negeri Matahari terbit itu merebut Hindia Belanda melalui Perjanjian Kalijati. Salah satu alasan Jepang menduduki Indonesia karena ingin mencari sumber daya untuk menunjang keperluan militernya yang saat itu sedang terlibat Perang Dunia II.

Merangkum berbagai sumber, Perjanjian Kalijati adalah perjanjian yang dilakukan di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Perjanjian ini dilakukan pada tanggal 8 Maret 1942. Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, Jepang mulai menjajah Indonesia. Hal ini memicu Jepang mengikuti Perang Dunia II.

Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menggantikan Konoe Fumimaro sebagai Perdana Menteri Jepang. Sebenarnya, sampai akhir tahun 1940, pimpinan militer Tambelang tidak menghendaki melawan beberapa negara sekaligus.

Namun sejak pertengahan tahun 1941, mereka melihat bahwa Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda harus dihadapi sekaligus apabila mereka ingin menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara. Apalagi setelah Amerika melancarkan embargo minyak bumi yang sangat dibutuhkan untuk industri di Jepang maupun untuk keperluan perang.

Admiral Isoroku Yamamoto, Panglima Angkatan Laut Jepang, mengembangkan strategi perang yang sangat berani, yaitu mengerahkan seluruh kekuatan armadanya untuk dua operasi besar.

Seluruh potensi Angkatan Laut Jepang mencakup 6 kapal induk (pengangkut pesawat tempur), 10 kapal perang, 18 kapal penjelajah berat, 20 kapal penjelajah ringan, 4 kapal pengangkut perlengkapan, 112 kapal perusak, 65 kapal selam serta 2.274 pesawat tempur. Kekuatan pertama, yaitu 6 kapal induk, 2 kapal perang, 11 kapal perusak serta lebih dari 1.400 pesawat tempur.

Setelahnya tanggal tanggal 8 Desember 1941, secara tiba-tiba Jepang menyerbu ke Asia Tenggara dan membom Pearl Harbor, yaitu pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika di Pasifik. Sedangkan kekuatan kedua, sisa kekuatan Angkatan Laut yang mereka miliki, mendukung Angkatan Darat dalam Operasi Selatan, yaitu penyerangan atas Filipina dan Malaya/Singapura, yang akan dilanjutkan ke Jawa.

Penyerangan Jepang ke Hindia Belanda berlanjut pada tanggal 11 Januari 1942. Dimana tentara Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur, dan esok harinya (12 Januari 1942) Komandan Belanda di pulau itu menyerah.

Secara berturut-turut pada tanggal 24 Januari 1942, Jepang berhasil merebut Balikpapan yang merupakan sumber minyak ke-2. Lalu Tanggal 29 Januari 1942 , Pontianak pun diduduki oleh Jepang.

Setelah itu tanggal 3 Februari 1942, Samarinda diduduki Jepang dan 5 tanggal 5 Februari 1942, sesampainya di Kotabangun, tentara Jepang melanjutkan penyerbuannya ke lapangan terbang Samarinda II yang waktu itu masih dikuasai oleh tentara Hindia Belanda (KNIL).

Berhasil direbutnya lapangan terbang itu tanggal 10 Februari 1942 menandakan pula Banjarmasin diduduki oleh tentara Jepang. Empat hari berselang, di tanggal 14 Februari 1942, diturunkan pasukan payung di Palembang. Dua hari kemudian (16 Februari 1942) Palembang dan sekitarnya berhasil diduduki.

Usaha Jepang untuk merebut Hindia Belanda terus berlanjut. Tanggal 1 Maret 1942, tentara ke-16 Jepang berhasil mendarat di 3 tempat sekaligus yaitu di Teluk Banten, di Eretan Wetan Jawa Barat dan di Kragan Jawa Tengah.

Pada hari yang sama, Jepang mendaratkan satu detasemen yang dipimpin oleh Kolonel Toshinori Shoji dengan kekuatan 5.000 orang di Eretan, sebelah Barat Cirebon. Bahkan Kolonel Shoji telah berhasil menduduki Subang.

Momentum itu mereka manfaatkan dengan terus menerobos ke lapangan terbang Kalijati, 40 Km dari Bandung. Setelah pertempuran singkat, pasukan-pasukan Jepang merebut lapangan terbang tersebut.

Hanya saja tentara Belanda berusaha merebut Subang kembali, tetapi ternyata mereka tidak berhasil. Serangan balasan kedua atas Subang dicoba pada tanggal 3 Maret 1942 dan sekali lagi, tentara Belanda berhasil dipukul mundur.

Tanggal 4 Maret 1942 untuk terakhir kalinya tentara Belanda mengadakan serangan dalam usaha merebut Kalijati dan mengalami kegagalan.

Tanggal 5 Maret 1942 ibu kota Batavia (Jakarta) diumumkan sebagai ‘Kota Terbuka’ yang berarti bahwa kota itu tidak akan dipertahankan oleh pihak Belanda. Segera setelah jatuhnya kota Batavia ke tangan mereka, tentara ekspedisi Jepang langsung bergerak ke selatan dan berhasil menduduki Buitenzorg (Bogor).

Pada tanggal yang sama, tentara Jepang bergerak dari Kalijati untuk menyerbu Bandung dari arah utara. Tetapi tempat ini pun tidak berhasil dipertahankan sehingga pada tanggal 7 Maret 1942 dikuasai oleh tentara Jepang.

Pemerintah kolonial Hindia Belanda, diwakili Panglima KNIL Letnan Jenderal Hein Ter Poorten, menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat.

Dengan demikian, tanggal 9 Maret 1942 bukan hanya merupakan tanggal menyerahnya Belanda kepada Jepang, melainkan juga merupakan hari dan tanggal berakhirnya penjajahan Belanda di bumi Nusantara. [okz]